Adinindyah Terpikat Tenun
Pemenang III
Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2009
Ditangannya, kain tenun lurik menjadi produk yang indah, funsional, dan modern.
LULUSAN ARSITEKTUR INI melepaskan kariernya di bidang arsitek dan desain interior untuk terjun ke proyek pemberdayaan ramah lingkungan. Kepeduliannya pada nasib kain tenun tradisional Sumba, mengantar Adinindyah (36), atau yang akrab disapa Nindyah, pada sebuah pintu bisnis. Pilihannya jatuh pada kain tenun lurik, kain tradisional khas Yogyakarta, yang dulunya hanya diminati para buruh gendong, petani, atau abdi dalem. Bersama keempat temannya, ia mendirikan House of Lawe, tempat bahan lurik disulapnya menjadi berbagai produk fashion, tas, stationary, perlengkapan interior, hingga parsel.
Welcome to House of Lawe
Profil Adinindyah, Juara III Lomba Wanita Wirausaha BNI – femina 2009
Berbisnis dengan Hati di Power Lunch
"Sebagai entrepreneur, kita baru disebut sukses kalau bisa membuat orang menyukai dan punya connection dengan produk kita."
Begitulah jawaban Suzy Hutomo, CEO The Body Shop Indonesia, ketika ditanya Farhan tentang apa arti entrepreneur yang sukses. Tanya jawab ini merupakan bagian dari talkshow Berbisnis dengan Hati, yang menjadi penutup di acara Power Lunch, 21 Desember lalu. Di samping Suzy, talkshow juga menghadirkan dua pengusaha sukses lain, yakni Susi Pudjiastuti, presiden direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Obin Komara, seniman kain dan pengusaha batik, serta pengamat ekonomi Dr. Aviliani sebagai pembahas.
Adinindyah won the "WANITA WIRAUSAHA" FEMINA
Congratulation for Adinindyah (36), Yogyakarta, Lawe (Kerajinan dari Kain Lurik)








