There are no translations available.
Adinindyah Terpikat Tenun
Pemenang III
Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2009
Ditangannya, kain tenun lurik menjadi produk yang indah, funsional, dan modern.
LULUSAN ARSITEKTUR INI melepaskan kariernya di bidang arsitek dan desain interior untuk terjun ke proyek pemberdayaan ramah lingkungan. Kepeduliannya pada nasib kain tenun tradisional Sumba, mengantar Adinindyah (36), atau yang akrab disapa Nindyah, pada sebuah pintu bisnis. Pilihannya jatuh pada kain tenun lurik, kain tradisional khas Yogyakarta, yang dulunya hanya diminati para buruh gendong, petani, atau abdi dalem. Bersama keempat temannya, ia mendirikan House of Lawe, tempat bahan lurik disulapnya menjadi berbagai produk fashion, tas, stationary, perlengkapan interior, hingga parsel.