Ingin serius berbisnis? Jangan Lewatkan! Anda bisa ikut dalam "Inspirasi Workshop Wanita Wirausaha BNI-Femina", yang akan diselenggarakan tanggal 23 Oktober pukul 08:30 WIB sampai dengan tanggal 24 Oktober pukul 16:00 WIB; Tempat: The Phoenix Hotel - Yogyakarta, Jl. Jendral Sudirman No. 9.
Lawe News
Ikuti Workshop Wanita Wirausaha BNI-Femina
5 UKM Indonesia dengan Jangkauan Global!
[http://www.indonesiaberprestasi.web.id] Belakangan ini, sedang menjadi perbincangan hangat di dunia TwitterLand: sebuah gerakan yang memakai hashtag #indonesiasetara. Gerakan yang digagas oleh bapak Sandiaga Uno ini secara umum memiliki visi untuk membangkitkan kembali Indonesia yang dalam euphoria masa lalu merupakan negara yang berjaya (bahkan pernah dikata macannya Asia). Menilik websitenya, salah satu hal yang ditempuh oleh #indonesiasetara dalam mewujudkan visinya adalah melalui pembangunan UKM Indonesia yang memiliki daya saing global.Mungkinkah? Menurut kami, semua cita-cita itu sangatlah mungkin terjadi. Sudah banyak juga produk-produk besar Indonesia yang menjajah pasar luar negeri, seperti Polygon, J.Co Donuts & Coffee, sampai produk-produk kreatif, seperti Bagteria dan Mimsy (handbag). Ah ya, mungkin apa yang baru saja disebutkan tidaklah pas untuk disetarakan dengan UKM. Tapi, toh kita tidak boleh pesimis. Suatu saat, mungkin saja kan produk-produk UKM kita akan bisa seterkenal produk-produk tersebut. Urusan bagaimananya, lebih baik kita serahkan pada ahlinya.
Profil Adinindyah, Juara III Lomba Wanita Wirausaha BNI – femina 2009
Adinindyah Terpikat Tenun
Pemenang III
Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2009
Ditangannya, kain tenun lurik menjadi produk yang indah, funsional, dan modern.
LULUSAN ARSITEKTUR INI melepaskan kariernya di bidang arsitek dan desain interior untuk terjun ke proyek pemberdayaan ramah lingkungan. Kepeduliannya pada nasib kain tenun tradisional Sumba, mengantar Adinindyah (36), atau yang akrab disapa Nindyah, pada sebuah pintu bisnis. Pilihannya jatuh pada kain tenun lurik, kain tradisional khas Yogyakarta, yang dulunya hanya diminati para buruh gendong, petani, atau abdi dalem. Bersama keempat temannya, ia mendirikan House of Lawe, tempat bahan lurik disulapnya menjadi berbagai produk fashion, tas, stationary, perlengkapan interior, hingga parsel.
Adinindyah won the "WANITA WIRAUSAHA" FEMINA
Congratulation for Adinindyah (36), Yogyakarta, Lawe (Kerajinan dari Kain Lurik)
Lurik is our dream

By far, lurik is sold as a sheet of cloth only. One of our dreams is making woven cloth, especially lurik, as daily life style. This will make lurik more popular with the society at large. Look at Lawe products catalog and find unique style with ethnic nuance.
More Articles...
Page 1 of 2
News


