
LAWE lahir dari sekelompok orang yang peduli terhadap warisan budaya, khususnya di tradisi tenun buatan tangan.
Didirikan oleh lima perempuan, LAWE mengubah tenunan tangan tradisional ke dalam kehidupan sehari-hari menjadi sebuah barang yang dapat berfungsi dan digunakan dalam kehidupan modern. Proses ini melibatkan banyak kelompok produk perancang, penjahit, penjahit, pengrajin dan tentu saja penenun tangan komunitas, yang mayoritas adalah perempuan.
LAWE ingin mempertahankan tradisi tenun tangan di Indonesia dan sekaligus memberdayakan perempuan, mendorong perempuan untuk berkontribusi dalam memperbaiki penghidupan mereka dan ambil bagian dalam membawa kesejahteraan ke negara ini.
Misi : Melestarikan Tradisi, Mempromosikan Budaya, Pemberdayaan Perempuan, Memperkaya Kehidupan.
Siapa kami?


